Kanker adalah penyakit yang semakin umum di era modern. Hal ini sebagian disebabkan oleh masa hidup yang lebih panjang. Usai harapan hidup rata-rata sebagian besar penduduk dunia meningkat di abad keduapuluh satu ini. Orang tua lebih berisiko terkena kanker, sehingga meningkatkan jumlah penderita kanker di kalangan penduduk.
Selain itu, teknik medis telah berkembang sehingga berbagai jenis tumor semakin mudah terdeteksi. Di zaman dahulu kanker bukannya tidak ada, tetapi seringkali tidak diketahui karena belum majunya dunia kedokteran.
Peningkatan jumlah penderita kanker juga merupakan hasil dari perubahan gaya hidup kita. Cara hidup masyarakat modern mengalami perubahan dramatis. Paparan radiasi dari layar komputer,telepon seluler dan televisi, polusi udara, zat-zat aditif makanan, residu pestisida, dan lainnya diduga berperan meningkatkan risiko kanker. Diet yang tidak seimbang dan penggunaan garam dan gula berlebihan juga turut berperan.
Kanker tidak hanya berjangkit di negara-negara maju, tetapi juga di negara-negara berkembang. Tidak ada negara di dunia ini yang benar-benar terhindar dari kanker. Namun, ada perbedaan pada jenis kankernya. Di Eropa dan AS, misalnya, kanker payudara, kanker prostat dan kanker kolerektal adalah yang paling umum. Di Indonesia, kanker paru-paru relatif lebih banyak pada kalangan pria karena meluasnya kebiasaan merokok. Pada wanita, kanker leher rahim relatif lebih banyak berjangkit karena kurangnya kesadaran dan upaya pencegahan atas virus HPV yang menjadi pencetusnya.
Siapa yang berisiko terkena kanker?
Kanker dapat menyerang semua lapisan masyarakat tidak peduli latar belakang dan status ekonominya. Namun, risiko terkena kanker lebih tinggi bila Anda:
1. Berusia di atas 55 tahun
Kanker adalah penyakit yang meningkat risikonya ketika Anda menua. Semakin lanjut usia Anda, semakin besar risiko Anda terkena kanker. Pada anak-anak dan remaja, kanker relatif jarang. Lebih dari setengah jenis kanker menyerang setelah usia enam puluh tahun. Alasan utama mengapa kanker baru muncul di usia tua adalah pertumbuhannya yang lambat. Perkembangan kanker kadang-kadang sangat lambat dan hanya dapat terdeteksi pada stadium lanjut. Kanker dapat berkembang bertahun-tahun tanpa Anda sadari.
2. Kelebihan berat badan (obesitas)
Bila BMI Anda adalah 30 atau lebih, Anda memiliki obesitas. Para ahli telah menyimpulkan bahwa kanker kolon, payudara, endometrium (lapisan rahim), ginjal, dan esofagus berhubungan dengan obesitas. Beberapa studi telah juga melaporkan hubungan antara obesitas dan kanker kandung empedu, ovarium, dan pankreas.
Mencegah kenaikan berat badan dapat mengurangi resiko kanker. Para ahli menyarankan Anda untuk memelihara kebiasaan makan yang sehat dan beraktivitas fisik pada awal kehidupan untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas. Mereka yang sudah kelebihan berat badan atau obesitas disarankan menghindari kenaikan berat badan tambahan, dan menurunkan berat badan melalui diet rendah kalori dan olahraga. Bahkan penurunan berat badan hanya 5-10 persen dari berat total dapat bermanfaat bagi kesehatan.
3. Merokok
Anda pasti sudah mengetahui bahwa merokok meningkatkan risiko kanker paru-paru. Hampir 90% kasus kematian akibat kanker paru-paru pada laki-laki dan 80% pada wanita disebabkan oleh merokok. Namun, perlu diketahui juga bahwa merokok dapat memicu perkembangan kanker lain, yaitu kanker rongga mulut, pangkal tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, lambung, ginjal, leher rahim, dan pankreas. Asap rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia. Lebih dari 40 di antaranya adalah zat pemicu kanker (karsinogen).
4. Memiliki kecenderungan genetik terkena kanker
Pada sebagian besar pasien, penyebab kanker bersifat sporadis yaitu hasil akumulasi progresif mutasi genetik dan/atau perubahan epigenetik seumur hidup. Hal ini disebut mutasi somatik, yang hanya memengaruhi jaringan tertentu dan tidak diwariskan. Pada sebagian kecil lainnya, kanker disebabkan oleh cacat gen warisan. Beberapa orang dilahirkan dengan mutasi gen yang diwariskan dari ibu atau ayah mereka. Gen cacat yang umumnya adalah gen supresor tumor ini membuat mereka rentan terkena kanker.
Penderita kanker warisan seringkali mendapatkan kanker pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan populasi umum dan berpeluang 50% mewariskan kerentanannya ke anak keturunannya.
Rekomendasi :
Kapsul Keladi Tikus terbuat 100% dari ekstrak keladi tikus (typonium flagelliforme) yang menghambat dan mematikan sel-sel kanker. khasiat keladi tikus mulai dikenal luas oleh masyarakat dan membantu ribuan orang sembuh dari penyakit kanker. Manfaat: membantu penyembuhan berbagi jenis kanker seperti: kanker payudara, serviks, otak, paru-paru, prostat dan kolon/usus besar, mengurangi efek samping kemoterapi dan mempercepat penyembuhan penyakit infeksi











